
Peran Sekolah dalam Pembentukan Sifat Anak
Sekolah memiliki peran besar dalam membentuk sifat anak di usia dini. Di lingkungan sekolah, anak belajar berinteraksi, berbagi, mengikuti aturan, dan mengelola emosi. Mengacu pada buku Atomic Habits karya James Clear, karakter seseorang terbentuk dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang setiap hari. Cara Mengembangkan Sifat Anak di Usia Dini di Sekolah Karena anak menghabiskan banyak waktu di sekolah, kebiasaan yang dibangun di sana akan sangat berpengaruh pada pembentukan sifatnya.
Kebiasaan Harian di Kelas Membentuk Karakter
Di usia dini, anak belum belajar dari teori, melainkan dari rutinitas. Aktivitas sederhana seperti berbaris sebelum masuk kelas, mengucapkan salam, atau merapikan alat belajar adalah contoh kebiasaan kecil yang secara perlahan membentuk disiplin dan tanggung jawab. Atomic Habits menjelaskan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil yang konsisten, dan prinsip ini sangat cocok diterapkan di lingkungan sekolah.
Ketika kebiasaan baik dilakukan setiap hari tanpa paksaan, anak akan menganggapnya sebagai bagian normal dari kehidupan.
Lingkungan Sekolah sebagai Pemicu Perilaku Positif
Menurut Atomic Habits, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku. Sekolah yang tertata rapi, penuh visual positif, serta memiliki aturan yang jelas akan mendorong anak berperilaku baik tanpa harus sering diingatkan. Guru dan teman sebaya juga menjadi contoh langsung bagi anak dalam bersikap jujur, sabar, dan peduli.
Lingkungan yang positif membantu anak memahami bahwa bersikap baik adalah hal yang wajar dan menyenangkan, bukan kewajiban yang menekan.
Peran Guru sebagai Teladan Kebiasaan
Guru di usia dini bukan hanya pengajar, tetapi juga role model. Cara guru berbicara, menegur, dan memberi apresiasi akan direkam oleh anak. Dalam Atomic Habits dijelaskan bahwa identitas terbentuk dari kebiasaan yang diulang. Saat guru secara konsisten menunjukkan sikap tenang, adil, dan penuh empati, anak akan meniru dan membangun identitas positif dalam dirinya.
Konsistensi Lebih Penting daripada Hukuman
Mengembangkan sifat anak di sekolah tidak harus melalui hukuman. Atomic Habits menekankan pentingnya konsistensi dibandingkan perubahan drastis. Aturan yang sederhana namun diterapkan secara konsisten akan lebih efektif dibandingkan aturan ketat yang sering berubah. Ketika anak melakukan kesalahan, pendekatan yang tenang dan edukatif membantu anak belajar memperbaiki perilakunya tanpa rasa takut.
Membangun Identitas Positif Anak di Sekolah
Anak yang sering diberi label positif seperti “anak yang suka berbagi” atau “anak yang bertanggung jawab” akan perlahan membangun identitas tersebut. Dalam Atomic Habits, James Clear menekankan bahwa perubahan perilaku akan bertahan lama jika didasari oleh identitas. Sekolah berperan penting dalam membantu anak melihat dirinya sebagai pribadi yang baik dan mampu.
BACA JUGA: Cara Belajar Yang Baik Dan Benar Untuk Anak
Cara Mengembangkan Sifat Anak di Usia Dini di sekolah dapat dilakukan melalui kebiasaan kecil yang konsisten, lingkungan yang mendukung, dan keteladanan guru. Berdasarkan prinsip Atomic Habits, karakter anak tidak dibentuk secara instan, tetapi melalui rutinitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Dengan pendekatan ini, sekolah dapat menjadi tempat yang efektif dalam menumbuhkan sifat positif dan karakter kuat pada anak sejak dini.