Pembelajaran Online menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan, terutama sejak sekolah tidak selalu bisa dilakukan secara tatap muka. Di tingkat sekolah dasar, sistem belajar online membawa perubahan besar, baik bagi siswa, guru, maupun orang tua. Anak-anak yang sebelumnya terbiasa belajar langsung di kelas kini harus beradaptasi dengan layar, aplikasi, dan suasana rumah. Kondisi ini tentu memberikan dampak yang beragam terhadap prestasi belajar siswa SD.

Perubahan Pola Belajar Anak

Salah satu dampak paling terasa dari pembelajaran daring adalah perubahan pola belajar. Anak SD yang biasanya belajar dengan bimbingan langsung guru harus lebih mandiri saat belajar di rumah. Tidak semua anak siap dengan perubahan ini. Ada siswa yang justru berkembang karena terbiasa mengatur waktu dan tanggung jawab sendiri. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami kesulitan memahami materi karena kurangnya interaksi langsung dan penjelasan yang mendalam.

Pengaruh terhadap Pemahaman Materi

Prestasi belajar sangat berkaitan dengan pemahaman materi. Dalam pembelajaran daring, penyampaian materi sering dilakukan melalui video, pesan teks, atau tugas tertulis. Bagi sebagian siswa, metode ini kurang efektif karena gaya belajar anak SD umumnya visual dan praktik langsung. Tanpa alat peraga dan interaksi aktif, materi pelajaran bisa terasa membingungkan. Akibatnya, nilai akademik beberapa siswa mengalami penurunan, terutama pada mata pelajaran seperti matematika dan IPA.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Prestasi

Pembelajaran daring membuat peran orang tua menjadi jauh lebih besar. Orang tua tidak hanya mendampingi, tetapi juga sering berperan sebagai pengganti guru di rumah. Ketika orang tua mampu mendukung dan membimbing dengan sabar, prestasi belajar anak cenderung lebih stabil. Sebaliknya, jika orang tua memiliki keterbatasan waktu atau pemahaman materi, anak bisa merasa tertekan dan kehilangan motivasi belajar. Hal ini secara tidak langsung memengaruhi hasil belajar mereka.

Motivasi dan Kedisiplinan Siswa

Motivasi belajar anak SD saat pembelajaran daring juga mengalami perubahan. Belajar dari rumah sering kali membuat anak lebih mudah terdistraksi oleh televisi, permainan, atau gadget lain. Tanpa pengawasan yang konsisten, kedisiplinan belajar menurun. Anak yang motivasinya rendah cenderung mengerjakan tugas asal-asalan, sehingga prestasi belajar ikut terdampak. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan metode belajar yang menarik, motivasi anak sebenarnya bisa tetap terjaga.

Dampak Positif Pembelajaran Daring

Meski memiliki banyak tantangan, pembelajaran daring juga membawa dampak positif. Anak-anak mulai terbiasa menggunakan teknologi sejak dini. Mereka belajar mengoperasikan aplikasi belajar, mencari informasi, dan berkomunikasi secara digital. Keterampilan ini menjadi nilai tambah yang dapat mendukung prestasi akademik dan kesiapan anak menghadapi perkembangan zaman. Beberapa siswa bahkan menunjukkan peningkatan kreativitas melalui tugas berbasis proyek dan presentasi online.

BACA JUGA: Pendidikan Online vs Offline: Mana yang Lebih Efektif?

Dampak pembelajaran daring terhadap prestasi belajar siswa sekolah dasar sangat bergantung pada banyak faktor, mulai dari kesiapan anak, dukungan orang tua, hingga metode pengajaran guru. Sistem ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Jika dikelola dengan baik, pembelajaran daring dapat tetap mendukung prestasi belajar siswa. Namun, tanpa pendampingan dan strategi yang tepat, risiko penurunan pemahaman dan motivasi belajar tetap perlu diwaspadai.