Merantau buat kuliah sekarang bukan lagi cerita “anak sultan” doang. Banyak mahasiswa dari berbagai negara sengaja cari kampus di luar negeri karena kualitas pendidikan, jaringan karier, sampai pengalaman hidupnya. Kalau kamu lagi riset tujuan, ini 5 negara yang paling sering jadi incaran bukan sekadar populer di media sosial, tapi memang jadi “rumah” bagi mahasiswa internasional dalam skala besar.
Rangkuman OECD menyebut Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat secara konsisten menampung hampir dua pertiga mahasiswa internasional di negara OECD. Dari kelompok itu, lima negara di bawah ini paling sering masuk shortlist karena reputasi kampus, akses kerja, dan ekosistem mahasiswa yang matang.
Amerika Serikat

AS masih jadi magnet besar karena pilihan kampusnya super beragam: dari community college sampai universitas riset kelas dunia. Banyak program kuat di STEM, bisnis, dan riset, plus ekosistem magang yang hidup. Data Open Doors mencatat AS menampung sekitar 1,18 juta mahasiswa internasional pada tahun akademik 2024/25, dan angka ini naik dibanding tahun sebelumnya. Di 2022, porsi mahasiswa internasional di pendidikan tinggi AS sekitar 5%—kecil secara persentase, tapi besar secara jumlah.
Gambar yang pas: suasana kampus multikultural dengan mahasiswa dari berbagai bendera.
Inggris

Inggris identik dengan durasi kuliah yang relatif singkat (S1 umumnya 3 tahun) dan reputasi kampus yang kuat. Selain itu, kota-kota pelajarnya enak buat hidup jalan kaki, dan budaya akademiknya rapi. Pada 2023/24, jumlah mahasiswa “overseas” di pendidikan tinggi Inggris mencapai 732.285 orang. Di 2022, proporsi mahasiswa internasional di pendidikan tinggi Inggris sekitar 22%, jadi wajar kalau komunitas internasionalnya terasa sangat besar.
Gambar yang pas: bangunan kampus klasik bergaya Inggris atau student life di kota universitas.
Australia

Australia terkenal ramah untuk mahasiswa internasional, cuacanya relatif bersahabat, dan banyak kampus punya layanan support yang jelas. Negara ini juga kuat untuk bidang kesehatan, sains lingkungan, dan bisnis. UNESCO mencatat Australia menampung lebih dari 380 ribu mahasiswa internasional (data 2022). Menariknya, di 2022 porsi mahasiswa internasional/asing di pendidikan tinggi Australia sekitar 23%—jadi suasana kelasnya memang global.
Gambar yang pas: spot kampus modern dengan latar kota, pantai, atau taman.
Kanada

Kanada naik daun karena kombinasi kualitas pendidikan, keamanan, dan suasana masyarakat yang cenderung welcoming. Di data OECD, porsi mahasiswa internasional/asing di pendidikan tinggi Kanada sekitar 19% pada 2022, termasuk yang tinggi. Banyak kampus punya jalur co-op (kuliah sambil kerja terstruktur) yang membantu bangun pengalaman. Kalau kamu cari suasana lebih tenang, Halifax atau Ottawa sering jadi alternatif selain Toronto dan Vancouver.
Jerman

Jerman sering jadi favorit karena banyak program berkualitas dengan biaya kuliah rendah di universitas negeri. Kuat banget di teknik, manufaktur, dan riset. Eurostat mencatat Jerman menampung sekitar 423.200 mahasiswa dari luar negeri pada 2023. Di 2022, porsi mahasiswa internasional/asing di pendidikan tinggi Jerman sekitar 12%, jadi tetap ramai tapi tidak “overcrowded” seperti beberapa hub lain.
Gambar yang pas: lab teknik, workshop, atau kampus dengan vibe kota Eropa.
BACA JUGA: 5 Hal Penting Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Kuliah Di Luar Negeri
Sebelum mutusin, coba lakukan tiga hal sederhana: bandingkan biaya hidup kota target (bukan cuma tuition), cek aturan kerja paruh waktu dan pasca-lulus, lalu lihat dukungan kampus untuk mahasiswa baru (housing, konseling, career center).